𝐻𝑒𝑟 𝑤𝑎𝑦. 𝐻𝑒𝑟 𝑤𝑜𝑟𝑙𝑑.


── .✦ Meet Kaila Hangyra

Nama lengkapnya Kaila Hangyra. Tapi semua orang, terutama yang dia izinkan masuk lingkar pribadinya, manggil dia Angy. Lahir di Bandung, tanggal 22 November 2003. Katanya sih dia seorang Sagitarius, zodiak yang terkenal suka kebebasan dan susah ditebak. Tapi menurut Angy, justru dia sering merasa sebaliknya. Makanya dia suka bilang: “Jangan percaya zodiak deh.”

Golongan darahnya O. Banyak yang bilang, orang berdarah O itu gampang disukai. Mungkin itu yang bikin Angy selalu punya teman, meskipun dia bukan tipe yang suka cari perhatian. Fakta lain dari golongan darah O yang Angy ngalamin banget adalah gampang banget digigit nyamuk. Entah kenapa, di antara lima orang, nyamuk selalu pilih dia. Kadang Angy curiga, jangan-jangan dia manis banget.

Status and where life is taking her
Sekarang Angy lagi jadi mahasiswa jurusan Manajemen. Bukan karena dia punya mimpi jadi CEO atau pengusaha sukses, tapi karena menurutnya jurusan ini aman, fleksibel, dan cukup luas buat siapa pun yang masih bingung mau ke mana. Angy sendiri pengen punya brand lucu-lucu buat pecinta kucing. Rencananya sih, semua gambar bakal dia minta tolongin ke editor, soalnya kemampuan ngedesainnya? Level: 0%!

How she thinks and acts
Kalau diminta isi tes MBTI, hasilnya suka berubah. Kadang ESFP, kadang ISTJ. Kadang rame dan impulsif, kadang juga kalem dan perhitungan. Intinya tergantung mood, cuaca, dan mungkin juga siapa yang lagi duduk di sebelahnya. Di kampus, dia bisa jadi orang paling rame, tapi di tempat lain yang penuh keramaian dia juga bisa jadi satu-satunya yang milih pakai earphone sambil nyeruput minuman rasa stroberi.

She dresses casually
Tingginya 165 cm, berat badannya 49 kg. Rambutnya hitam legam, kalau enggak dicatok agak bergelombang di ujungnya. Matanya warna hitam, tapi saat terkena sinaran matahari, tetap warna hitam juga sih. Gaya pakaiannya kasual artsy. Hoodie besar, rok panjang atau celana longgar, sepatu kets. Tas andalannya selalu tote bag, penuh gantungan karakter lucu. Kadang gantungan kucing, kadang stroberi, kadang mainan gacha yang bahkan dia sendiri lupa kapan belinya.

The family she wraps around her finger
Angy anak tunggal. Ayah dan ibunya, sama-sama pebisnis. Sibuk, tapi gampang banget luluh kalau Angy mulai merengek. Suara yang nyaring, sedikit hentakan kaki, dan kalimat “Aku cuma pengen itu doang kok.” biasanya cukup buat mereka menyerah. Nggak heran kalau dia punya bakat alami buat mendapatkan apa yang dia mau.

Things she’s currently obsessed with
Angy lagi tergila-gila sama webtoon. Tiap malam bisa ketawa sendiri, terus tiba-tiba mellow pas baca part sedih. Drama China favoritnya When I Fly Towards You. Dia suka karena tokohnya manis, ceritanya ringan, dan bikin dia pengen punya kisah cinta kayak gitu juga. Game yang sering dia mainin akhir-akhir ini Block Blast. Dia main sambil dengerin lagu ballad yang diputar ulang-ulang terus sampai semua orang terdekatnya ikutan hafal. Dia suka banget sama segala hal yang berbau kucing. Dari kaos kaki sampai topinya, setiap barang pasti ada salah satu yang bertema kucing.

A glimpse of Angy
Dia bukan tipe cewek yang suka jadi pusat perhatian. Tapi tanpa sadar, banyak yang tetap memperhatikan dia. Mungkin karena pembawaannya yang ceria, gayanya santai, atau karena ada sesuatu yang sulit dijelaskan dari cara dia berkomunikasi. Angy bukan orang yang selalu bicara, tapi sekali dia tertawa, suasana bisa berubah. Buat dia, dunia ini aneh, lucu, kadang bikin capek. Tapi justru dari situ dia belajar buat tetap jadi dirinya sendiri. Dan itu cukup.



── .✦ Wait, who's Eldito Rayne?

Loh, siapa nih? Kok tiba-tiba muncul nama baru? Dari tadi nggak ada angin, nggak ada hujan, tahu-tahu ada seseorang bernama Eldito Rayne yang ikut nimbrung dalam hidup Angy.

Sekarang waktunya kita bahas cowok itu. Cowok yang awalnya nggak kelihatan, tapi ternyata bisa bikin Angy noleh dua kali. Namanya Eldito Rayne. Teman-temannya memanggil dia Rayne. Tapi jujur aja, nggak banyak yang memanggil nama itu karena memang nggak banyak juga yang benar-benar dekat dengannya. Dia bukan tipe cowok yang rame, bukan yang aktif di organisasi, bukan juga yang punya fans di kampus. Rayne lebih sering jadi bayangan yang lewat begitu saja. Tapi justru karena itu, dia menarik. Setidaknya, bagi seseorang seperti Angy yang nggak selalu suka hal yang terlalu terang.

Mereka pertama kali bertemu di sebuah festival kampus. Angy datang karena ada booth yang jualan gantungan kucing lucu dan stand minuman buah yang katanya viral. Hari itu ramai sekali. Musik keras, orang-orang pakai outfit warna-warni, ada yang cosplay, ada yang foto-foto dengan bubble tea di tangan. Angy datang bareng temannya, tapi setelah keliling beberapa saat, mereka berpisah karena beda minat.

Saat itu Angy lagi duduk sendirian di pinggir panggung kecil, menikmati minuman yang ia beli tadi sambil sesekali scrolling webtoon dari ponselnya. Di sebelahnya ada cowok berkaos hitam polos, duduk sambil ngemil tahu crispy dari kantong kertas. Mereka nggak saling sapa. Tapi Angy sempat melirik waktu cowok itu mendadak tertawa sendiri gara-gara lelucon di panggung.

“Lucu banget ya MC-nya,” kata cowok itu tiba-tiba. Suaranya datar, tapi entah kenapa lucu. Angy menoleh, agak kaget karena baru sadar suara itu ditujukan ke dia. Cowok itu masih lihat ke panggung, tapi sudut bibirnya naik sedikit.

“Lucu yang mana?” tanya Angy. “Yang ngomong kalau yang jomblo bisa ambil balon warna biru,” jawabnya, masih tanpa menatap langsung. “Terus balonnya habis duluan.”

Angy ketawa. Bukan karena leluconnya luar biasa, tapi karena cara dia menyampaikannya, tenang, santai, dan agak telat. Seolah dia baru mencerna lelucon itu sekarang dan merasa perlu berbagi.

Dan dari situlah semuanya mulai. Obrolan mereka nggak heboh. Tapi nyaman. Angy heran, kenapa dia bisa betah ngobrol sama orang yang baru dikenal. Apalagi orang yang biasanya nggak akan dia perhatikan kalau ketemu di jalan. Setelah festival itu, mereka mulai sering bertemu. Kadang nggak sengaja, kadang sengaja pura-pura nggak sengaja. Obrolan mereka banyak, tapi isinya kebanyakan yang absurd. Rayne suka kirim chat meme random tengah malam. Angy bales dengan stiker kucing atau foto snack aneh yang dia temuin di minimarket.

Lalu suatu hari, obrolan itu berubah arah. Jadi lebih intens, lebih hangat, dan lebih jujur. Nggak ada pengakuan yang dramatis. Nggak ada bunga. Nggak ada hujan deras atau soundtrack mellow. Mereka cuma sepakat, bahwa mereka cocok. Bahwa pacaran nggak harus selalu ribut dan penuh agenda. Bahwa jadi diri sendiri di depan satu sama lain rasanya... aman. Gaya pacaran mereka sederhana. Kadang jalan bareng tanpa ada hal istimewa lainnya. Kadang duduk di sudut kafe, masing-masing dengan buku atau laptopnya. Angy yang rame tapi lembut, Rayne yang diam tapi bisa sangat bawel saat bersama dengan Angy. Katanya sih, kombinasi extrovert girlfriend dan introvert boyfriend itu klise. Tapi kalau dijalani orang yang tepat rasanya pas.

Sejak hari festival itu, nama Eldito Rayne bukan lagi sekadar nama asing yang lewat di hidup Angy. Dia sudah jadi bagian dari ceritanya. Bagian yang nggak disangka-sangka.

──────────────────────────────

Kaila Hangyra is a fictional character authored by 𝑓𝑒𝑙𝑖𝑛𝑒𝑠𝑠𝑒. The name, traits, and all occurrences in this story are the result of the author's imagination. It is stated that this account is used for role-playing purposes.

Brackets: ˖ ‹ 𝑓𝑒𝑙𝑖𝑛𝑒𝑠𝑠𝑒 : blablabla!
WN:🐾˖ ‹ blablabla!

.✦ Face Claim

Liu Haocun
刘浩存
BornMay 20, 2000
Tonghua, Jilin, China
AlmamaterBeijing Dance Academy
Occupation
Actress
Years active
Weibo
Instagram
2018–present
刘浩存
liuhaocunlhc_




Comments